Jakarta (ANTARA) - PT Indosat Tbk (ISAT) menawarkan kupon bunga obligasi senilai Rp2 triliun berkisar 7,875-9,125 persen.
Menurut Direktur Utama Indosat Harry Sasongko di Jakarta, Selasa, obligasi ini ditawarkan dengan dua seri, yakni seri A dengan kupon bunga 7,875-8,875 persen berjangka waktu tujuh tahun dan seri B dengan kupon bunga 8,125-9,125 persen berjangka waktu 10 tahun.
"Adapun imbal hasil (return) yang diperolah Rp78,750 juta hingga Rp88,750 juta untuk Rp1 miliar per tahun," kata Harry usai paparan materi.
Dana hasil penawaran obligasi ini akan digunakan untuk pembayaran lisensi jaringan kepada pemerintah sekitar 65 persen, sedangkan sekitar 25 persen untuk pembelian "base station subsystem", serta sekitar 10 persen untuk melaksanakan opsi beli atas obligasi Indosat II tahun 2012.
Selain menawarkan obligasi, operator telekomunikasi seluler ini juga menawarkan sukuk ijarah sebesar Rp500 miliar dengan jangka waktu tujuh tahun.
"Penggunaan dana dari penerbitan sukuk ini seluruhnya untuk pembelian `base station subsystem`," kata Harry.
Dalam rangka penerbitan surat utang ini, perseroan mendapatkan peringkat `AA+` dan sukuk ijarah `AA+ (sy)`.
Indosat menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi. Sedangkan wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.(rr)
Menurut Direktur Utama Indosat Harry Sasongko di Jakarta, Selasa, obligasi ini ditawarkan dengan dua seri, yakni seri A dengan kupon bunga 7,875-8,875 persen berjangka waktu tujuh tahun dan seri B dengan kupon bunga 8,125-9,125 persen berjangka waktu 10 tahun.
"Adapun imbal hasil (return) yang diperolah Rp78,750 juta hingga Rp88,750 juta untuk Rp1 miliar per tahun," kata Harry usai paparan materi.
Dana hasil penawaran obligasi ini akan digunakan untuk pembayaran lisensi jaringan kepada pemerintah sekitar 65 persen, sedangkan sekitar 25 persen untuk pembelian "base station subsystem", serta sekitar 10 persen untuk melaksanakan opsi beli atas obligasi Indosat II tahun 2012.
Selain menawarkan obligasi, operator telekomunikasi seluler ini juga menawarkan sukuk ijarah sebesar Rp500 miliar dengan jangka waktu tujuh tahun.
"Penggunaan dana dari penerbitan sukuk ini seluruhnya untuk pembelian `base station subsystem`," kata Harry.
Dalam rangka penerbitan surat utang ini, perseroan mendapatkan peringkat `AA+` dan sukuk ijarah `AA+ (sy)`.
Indosat menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi. Sedangkan wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.(rr)







0 komentar:
Posting Komentar